Selasa, 25 Januari 2011

Analisis SWOT

·       Analisis SWOT (Strength, Weaknes, Opportunity dan Threat) dikembangkan oleg H. Igor Ansoff  pada tahun 1956.  Analaisis SWOT merupakan suatu alat untuk menganalisis keadaan LINGKUNGAN Perusahaan sebagai proses awal dari suatu kegiatan PERENCANAAN  maupun pembuatan STRATEGI Bisnis.
·         Lingungan Perusahaan disini mencakup semua faktor, baik yang berada di dalam maupun di luar perusahaan yang dapat memepengaruhi pencapaian tujuan bisnis yang diinginkan. Secara garis besar, analisis lingkungan disini akan mencakup mengenai lingkungan eksternal dan internal
·         ANALISIS adalah suatu kegiatan untuk memahami seluruh informasi yang terdapat pada suatu kasus, mengetahui  isu apa yang sedang terjadi, dan memutuskan tindakan apa yang harus segera dilakukan untuk memecahkan masalah.
·         ANALISIS SWOT adalah suatu bentuk analisis situasi dengan mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis terhadap kekuatan-kekuatan (Strengths) dan kelemahan-kelemahan (Weaknesses) suatu organisasi dan kesempatan-kesempatan (Opportunities) serta ancaman-ancaman (Threats) dari lingkungan untuk merumuskan strategi organisasi

Merupakan tahap diagnosa pd manajemen strategis ® logika pada strategi yg diterapkan
·         Strategi harus konsisten dengan kondisi lingkungan persaingan
·         Strategi harus realistik dengan kemampuan organisasi
·         Strategi harus dapat dilaksanakan secara cermat (applicable)

Hal Penting Dalam Menganalisa
·         Evaluasi membutuhkan dasar yg obyektif (memperbandingkan dg kompetitor sejenis)
·         Sulit untuk menilai diri secara jujur (kekuatan dan kelemahan menjadi dasar suatu strategi)
·         Perlu mengumpulkan pendapat orang lain (respon balik dari pelanggan, benchmark/perbandingan dg pesaing)
·         Keikut sertaan staf adalah penting (dekat kpd bawahan, menyoroti area yg blm diketahui manajemen

SWOT
  KEKUATAN (Strengths) adalah kegiatan-kegiatan organisasi yang berjalan dengan baik atau sumber daya yang dapat dikendalikan.
  KELEMAHAN (Weaknesses) adalah kegiatan-kegiatan organisasi yang tidak berjalan dengan baik atau sumber daya yang dibutuhkan oleh organisasi tetapi tidak dimiliki oleh organisasi.
  KESEMPATAN (Opportunities) adalah faktor-faktor lingkungan luar yang positif.
  ANCAMAN (Threatss) adalah faktor-faktor lingkungan luar yang negatif.

Ø  Lingkungan eksternal akan memberikan gambaran tentang Peluang dan Ancaman (OT) bagi perusahaan yang meliputi lingkungan umum
Ø  Sedangkan analisis internal akan memberikan gambaran tentang Kekuatan dan Kelemahan (SW) yang ada didalam perusahaan, mencakup analisis mengenai keadaan internal perusahaan

IFE
Adalah analisa terhadap lingkungan dalam organisasi untuk melihat:
1.Kemampuan organisasi ( Strength )
2. Kelemahan organisasi ( Weakness )
·         FAKTOR PEMASARAN
FAKTOR KEUANGAN DAN AKUNTING
FAKTOR PRODUKSI, OPERASI, TEKNIK
FAKTOR PERSONALIA
FAKTOR MANAJEMEN MUTU
FAKTOR SISTIM INFORMASI
FAKTOR ORGANISASI DAN MANAJEMEN UMUM
EFE
Adalah analisa terhadap lingkungan luar organisasi untuk melihat :
1.      Peluang  ( Opportunity ).
2.      Ancaman (Threat)

LINGKUNGANJAUH :
            Faktorekonomi
            Faktorsosial
            Faktorpolitik
            Faktorteknologi
            Faktor ekologi

LINGKUNGAN INDUSTRI :
·         Faktor ancaman pendatang baru
·         Faktor daya tawar menawar pembeli/pelanggan
·         Faktor daya tawar menawar pemasok
·         Faktor ancaman produk atau jasa substitusi
·         Faktor pertarungan diantara para anggota industri (peserta persaingan)

LINGKUNGAN OPERASIONAL :
·         Faktor posisi bersaing
·         Faktor profil pelanggan
·         Faktor pemasok
·         Faktor kreditor
·         Faktor SDM (sifat pasar tenaga kerja)

MATRIK SWOT adalah alat untuk menyusun faktor-faktor strategis organisasi yang dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi organisasi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya.

Strategi
Agresif
·         Pada kuadran ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan, karena perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada.
·         Strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif.
Diversifikasi(Kuadran II)    
·         Pada kuadran ini mengalami berbagai ancaman, tetapi perusahaan masih memiliki kekuatan dari segi internalnya.
·         Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk/pasar).
Defensif (Kuadran III)
o   Pada kuadran ini perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi disisi lain, perusahaan ini menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal.
o   Strategi perusahaan adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik.
Turnaround (Kuadran IV)
Pada kuadran ini merupakan situasi yang tidak menguntungkan, karena menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal

Senin, 24 Januari 2011

APB- sesi 2

Analisis Proses Bisnis-sesi 2
Pokok Bahasan

§Pengantar Analisis Proses Bisnis
§Konsep Proses Bisnis
§Pengelolaan Proses Bisnis
§Kejadian Proses Bisnis
§Hubungan Antara Proses Bisnis, Proses Informasi dan Aktifitas Manajemen
Sifat dasar dan tujuan dari suatu organisasi adalah menciptakan nilai.

Organisasi menciptakan nilai dengan menyediakan barang dan jasa yang diinginkan oleh pelanggannya.
Contoh:
- Breadtalk, membuat makanan yang bergizi, sehat dan mempunyai karaterisitk tersendiri
Cost (Biaya)
Untuk menciptakan nilai diperlukan biaya (cost).
Contoh: untuk memproduksi makanan, pabrikan harus membayar  berbagai macam sumber daya, seperti bahan baku dan tenaga kerja.
Margin
Margin merupakan selisih antara nilai dengan biaya.
Konsep penciptaan nilai berlaku pada organisasi berorientasi profit dan organisasi non profit.
Tujuan organisasi berorientasi profit adalah memaksimalkan marginnya.
Tujuan organisasi non profit adalah memaksimalkan barang dan jasa yang  disediakannya dengan sumber-sumber daya yang dimilikinya.

Proses Bisnis
}   Barang/jasa tersedia setelah melalui serangkaian proses bisnis.
}   Suatu proses bisnis adalah serangkaian aktivitas yang mengerjakan suatu tujuan bisnis.

        Apapun jenis barang/jasa yang disediakan, setiap organisasi paling tidak memiliki tiga macam proses bisnis, yaitu:
}   Acquisition/payment process (Proses perolehan/pembayaran)
}   Conversion process   (Proses perubahan)
}   Sales/collection process  (Proses penjualan/pengumpulan)

Proses Perolehan/Pembayaran:
}  Tujuan dari proses ini adalah untuk mendapatkan, memelihara, dan membayar sumber-sumber daya yang diperlukan organisasi.
}  Contoh sumber daya: SDM, pabrik, peralatan, dana, bahan baku, dll.
}  Sumber daya diperoleh dari pihak luar, seperti pemasok.
}  Sumber-sumber daya tersebut diperlukan untuk dapat menyediakan barang/jasa kepada para pelanggan.

Proses Perolehan
Ø  Hanya memesan barang/jasa yang dibutuhkan oleh organisasi.
Ø  Hanya menerima barang/jasa yang dipesan.
Ø  Hanya membayar barang/jasa yang sudah diterima.
Ø  Memelihara dengan baik barang yang sudah diperoleh.
Ø  Mampu menyediakan barang/jasa pada saat diperlukan

Proses Perubahan
}  Tujuan dari proses ini adalah untuk mengubah sumber-sumber daya yang telah diperoleh menjadi barang/jjasa yang diperlukan pelanggan.
}  Pada prosesj ini, bahan baku diubah menjadi barang jadi atau jasa
}  Proses perubahan sangat beraneka ragam, tergantung pada barang/jasa yang diproduksi, teknologi dan sumber daya yang digunakan, peraturan yang berlaku, pemerintahan, lingkungan, atau pelanggan.
Ø  Sangatlah sulit untuk menggambarkan suatu proses perubahan yang umum.
Ø  Pada dasarnya, proses perubahan adalahserangkaian aktivitas yang mengubah barang/jasa yang diperoleh menjadi barang/jasa bagi para pelanggan.

Proses Penjualan/Pengumpulan:
}  Tujuan dari proses ini adalah untuk menjual dan menyerahkan barang/jasa kepada pelanggan,  lalu mengumpulkan pembayarannya.
}  Barang jadi atau jasa yang telah melalui proses perubahan dijual kepada pelanggan, yang akan ditukar dengan pembayaran (biasanya dalam bentuk uang).
}  Adalah serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mengantarkan barang/jasa kepada parapelanggan untuk mendapatkan pembayaran.
}  Pada dasarnya, proses penjualan/pengumpulan merupakan cerminan dari proses bisnis perolehan/pembayaran.
}  Ketika suatu entitas memperoleh barang/jasa serta membayarnya, maka ada entitas lainnya yang menjual barang/jasa serta mengumpulkan pembayaran.

Pengelolaan Proses Bisnis
}  Pimpinan organisasi bertanggung jawab terhadap pengelolaan proses bisnis.
}  Aktivitas pengelolaan (manajemen) dapat dikategorikan menjadi: perencanaan (planning), pelaksanaan (executing), pengawasan (controlling), dan penilaian (evaluating).

Perencanaan
v  Pimpinan menentukan sasaran-sasaran bisnis
v  Pimpinan menentukan prioritas pada proses-proses bisnis yang ada
v  Pimpinan menyediakan blueprint untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut
v  Pimpinan harus mengidentifikasi kesempatan-kesempatan dan resiko-resiko yang dihadapi perusahaan.

Pelaksanaan
ü  Pimpinan menjalankan rencana mereka dengan membagi proses-proses bisnis menjadi beberapa aktivitas yang lebih kecil.
ü  Pimpinan menugaskan para bawahan untuk melaksanakan setiap aktivitas tersebut.
ü  Memotivasi para bawahan untuk melakukan tugas-tugasnya dengan baik.
ü  Rencana yang dibuat dengan jelas mungkin sekali akan dilaksanakan dengan baik

Pengawasan
Ø  Memeriksa hasil dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan, atau dari keseluruhan proses bisnis, untuk melihat apakah sesuai dengan yang diharapkan.
Ø  Pemeriksaan ini mungkin akan menyebabkan perubahan pada harapan yang ditetapkan, atau perubahan pada pelaksanaan aktivitas atau proses bisnis.

Penilaian
q  Secara berkala, pimpinan akan menilai apakah proses-proses bisnis yang  dilakukan berhasil mencapai tujuan-tujuan organisasi.
q  Hasil dari penilaian tersebut digunakan untuk menyesuaikan rencana, tujuan, atau harapan.

Kejadian-kejadian Proses Bisnis
(Business Process Events)

Ø  Suatu proses bisnis merupakan serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk   mencapai tujuan organisasi.
Ø  Suatu proses bisnis dapat terdiri dari beberapa aktivitas.
Ø  Kejadian (event) merupakan suatu aktivitas tunggal yang terdapat pada sebuah proses bisnis.

Kejadian Dalam Proses Bisnis
Setiap proses bisnis dapat dibagi ke dalam tiga jenis kejadian yang berbeda, yaitu:
Ø  Kejadian-kejadian Operasional (Operating Events)
Ø  Kejadian-kejadian Informasi (Information Events)
Ø  Kejadian-kejadian Keputusan/Pengelolaan  (Decision/Management Events)

Kejadian operasional
Adalah aktivitas-aktivitas operasional yang dilakukan dalam suatu proses bisnis saat menyediakan barang/jasa bagi pelanggan.
Contoh kejadian-kejadian operasional pada proses bisnis penjualan/pengumpulan:
§  Kejadian 1: Memasarkan barang.
§  Kejadian 2: Menerima pesanan dari pelanggan.
§  Kejadian 3: Mengirimkan barang pesanan.
§  Kejadian 4: Menerima pembayaran

Kejadian Informasi
Pada kejadian-kejadian informasi terdiri dari tiga aktivitas, yaitu:
§  Mencatat data tentang kejadian-kejadian operasional.
§  Memelihara data yang penting bagi organisasi.
§  Melaporkan informasi yang berguna bagi para pengambil keputusan.



Kejadian Keputusan
Adalah aktivitas-aktivitas di mana para pimpinan membuat keputusan tentang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penilaian proses- proses bisnis.
Contoh:
§  Pimpinan memutuskan untuk membuat produk baru.
§  Pimpinan memutuskan untuk membuka sebuah cabang baru

Keterkaitan Antar Kejadian Proses Bisnis
§  Kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan akan menentukan dan memicu kejadian-kejadian operasional.
§  Menjalankan kejadian-kejadian operasional akan memicu kejadian-kejadian informasi untuk mencatat dan memelihara data bisnis.
§  Kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan juga memicu kejadian-kejadian informasi, yaitu saat para pimpinan meminta informasi sebelum mengambil keputusan.

Data dan Informasi
Data
-          Data adalah masukan ke dalam sistem informasi.
-          Data merupakan fakta tentang aktivitas bisnis dan proses bisnis.  Pada umumnya data tidak berguna dalam pembuatan keputusan.
Informasi
-          Sistem informasi ‘menangkap’ data,  menyimpannya, menggabungkannya, meringkasnya, dan mengelompokkannya menjadi informasi yang berarti bagi pimpinan untuk membuat keputusan.
-          Informasi dapat didefinisikan sebagai data  yang telah memiliki arti bagi para penerimanya.

Analisis Proses Bisnis-Pengantar

Menurut Sandy Kemsley yang merupakan seorang pakar BPM dari Amerika Serikat, Business process management (BPM) is all about optimizing the performance of end-to-end business processes, including both the methodologies of process improvement, and the tools used to aid those methods”.
Business Process Management bukanlah sebuah konsep baru, namun konsep ini terus berkembang secara pesat karena menghasilkan keuntungan yang besar bagi sebuah organisasi yang menjalankannya dengan benar. BPM seperti yang dilansir oleh Gartner Group pada tahun 2008, merupakan prioritas utama yang dimiliki oleh seorang CIO dalam mengoptimalkan organisasinya. BPM sendiri telah banyak berevolusi, dari Business Process Reengineering, Operations Management, Quality Management dan Workflow Management menjadi sebuah konsep yang lebih matang, disiplin dan komprehensif dalam mempromosikan IT-enabled process improvements. BPM tidak hanya dapat dilihat dari satu-dua aspek saja, BPM meluas dalam beberapa aspek dan level dalam sebuah organisasi seperti keselarasan strategi (strategic alignment), BPM governance, kultural dan pendidikan sebuah organisasi sampai kepada methodologi BPM yang berhubungan dengan proses modelling dan improvement.
Menurut BPM group di Queensland University of Technology, Australia; “Business Process Management has been developed out of previous process–centred management concepts (e.g. BPR), Quality Management and process–focused IT solutions into a holistic management practice. It is centred on the believe that processes should become first–class citizens and be valued as assets with high impact on the performance and conformance of an organisation. BPM comprises strategic alignment, governance, methods, IT, people and culture. It covers process program and process portfolio management, and its project management is didicated the entire process lifecycle including process identification, modelling, analysis, improvement, implementation, operations, control and change”.
Hal diatas membuktikan bahwa sebuah proses yang dimiliki oleh sebuah organisasi adalah penting dan haruslah dianggap sebagai aset berharga yang memiliki implikasi besar terhadap organisasi tersebut. Menurut Michael Porter seorang ahli bisnis strategis dan profesor dari Harvard, business proses terdiri dari 2 aktifitas; Aktifitas Utama (Primary Activity) adalah proses dimana terjadi hubungan langsung dengan klien. Proses dalam kategori Aktifitas Utama ini merupakan sebuah “paramount” dalam mendapatkan keunggulan kompetitif dari pesaing kita. Dan proses-proses utama inilah yang memberikan “value” kepada klien dan juga kepada sebuah organisasi. Aktifitas Pembantu (Support Activitiy) adalah proses-proses lain yang membantu Aktifitas Utama dalam menjalankan day-to-day aktifitas. Aktifitas-aktifitas pembantu ini juga berperan sangat penting, proses-proses yang terjadi didalamnya menentukan efisiensi dan efektifitas sebuah organisasi tersebut berjalan.
Business Process Automation (BPA)
Sejak dimulainya era komputerisasi, organisasi-organisasi didunia terus mengadopsi dan meningkatkan pemakaian teknologi untuk mempercepat dan mempermudah kinerja mereka dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Hampir semua tekonologi dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan dan menjalankan proses-proses yang diperlukan oleh suatu organisasi. Automasi inilah yang disebut sebagai BPA. Namun patut dipahami bahwa BPM bukan hanya sekedar automasi proses saja, agar BPM dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan berbagai macam aspek penting lainnya.

BPM Systems
BPM systems adalah teknologi yang dikembangkan untuk keseluruhan fungsi manajemen bukan hanya alat untuk automasi proses-proses yang ada. BPM system memberikan bantuan penting dalam mengimplementasikan proses-proses yang terjadi disebuah organisasi seperti Six Sigma, akuisisi, proses-proses yang berhubungan dengan ERP (Enterprise Resource Planning), supply chain dan lainnya

Jumat, 14 Januari 2011

10 Kelemahan Besar Yang Dimiliki Manusia

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN


Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet? Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau “mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. “Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”. Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang “Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA

Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
“Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang”.
“Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih”.
Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya Cuma terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI “GOAL”, TAPI NGAWUR MENCAPAINYA

Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT

Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI

Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-οff, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- οff, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-οff, malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL

Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH

Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. BAYANG BAYANG MASA LALU

Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik?? Nggak ada kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU

Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur. Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju.

Action mау nοt always bring success, bυt thеrе іѕ nο success without action.
“Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/ sukses, tetapi… Tidak ada keberhasilan dan sukses TANPA usaha dan tindakan.”



Sumber : http://beritaanehunik.blogspot.com/2011/02/10-kelemahan-yang-